Tampilkan postingan dengan label Sutra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sutra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Oktober 2016

Cara Membedakan Sutra yang Asli dengan yang Palsu

Wanita pasti tidak jauh dengan kata dandan. Ya kebanyakan wanita pasti berdandan agar terlihat menawan dan modis dalam hal penampilan. Tak heran, wanita sangat berhati hati dalam memilih-milih bahan apa yang cocok untuk dikenakannya.
Salah satu bahan atau kain yang membuat mereka nyaman memakainya adalah yang terbuat dari sutra. Sutra merupakan bahan alami yang sangat lembut dan membuat si pemakai jadi terlihat anggun.
Namun, si pembeli terkadang kerap kali merasa bingung karena sulit membedakan kain sutra yang asli dan palsu. Untuk mendapatkan kain sutra yang asli dan bagus memang dibutuhkan kejelian.
Kain sutra sendiri terbagi menjadi dua berdasarkan cara pembuatannya, sutra buatan alat tenun mesin (ATM) dan sutra alat tenun bukan mesin (ATBM). Untuk membedakannya, Anda bisa melihatnya secara kasat mata. Namun, dari kedua jenis itu ada juga yang palsu.

Lalu, bagaimana cara mengatahui kain itu asli atau palsu? Untuk mengetahuinya, Anda bisa menyimak cara membedakan kain sutra asli dan palsu berikut ini:

1. Dilihat dari kualitas kainnya


Untuk kain sutra yang pembuatannya tanpa menggunakan mesin (ATBM) biasanya kainnya agak kasar, tebal, dan mudah kusut namun tetap lembut. Pewarnaannya menggunakan bahan alami. Sedangkan kain yang dibuatnya dengan mesin, biasanya agak halus. Namun, kain yang dipasarkannya biasanya sangat pasaran dan banyak dipakai orang. Sementara kain sutra yang palsu, biasanya jika diusap terasa tebal dan kasar.

2. Dilihat dari harganya

Untuk kain sutra yang pembuatannya tanpa menggunakan mesin (ATBM) memiliki harga mahal dan persediannya juga terbatas. Ketahuilah bahwa kain sutra asli semakin tipis semakin bagus. Apalagi jika memiliki motif beberapa warna, maka harganya pun semakin mahal. Per meternya bisa mencapai Rp. 1,2 juta atau lebih. Jika Anda menemukan kain sutra yang bagus dan memiliki banyak motif, namun harganya murah, maka patut dicurigakan. Bisa jadi, kain sutra tersebut merupakan kain sutra palsu.

3. Saat dipakai

Saat kain sutra dipakai, pemakainya akan merasa nyaman dan bisa bergerak bebas tanpa rintangan. Selain itu, bentuk tubuh si pemakai juga semakin terlihat sempurna. Namun, jika Anda tak merasa kenyamanan saat memakai pakaian yang berbahan sutra, maka bisa jadi kain sutra itu adalah palsu.
Itulah cara membedakan kain sutra asli dan palsu.Sekarang anda sudah tidak perlu khawatir salah membeli sutra yang palsu.
Baca selengkapnya

Selasa, 11 Oktober 2016

Jenis Jenis Kain Sutra


Kain sutra sering disebut juga sebagai ratunya kain. Kain ini terkenal karena kemewahan dan kekuatannya sejak ribuan tahun yang lalu, pertama kali ditemukan oleh bangsa China dan kini telah tersebar di semua negara.
Kain ini membutuhkan penanganan/handling khusus, karena beberapa jenis sutra sangat rentan dan mudah rusak.


Beberapa jenis kain Sutra, antara lain adalah :
1. Sifone/Chiffon
Sutra transparan yang sangat kuat dan bagus, cukup sulit handlingnya. Biasanya digunakan untuk pakaian acara tertentu dan over-blouse.
2. Crepe De Chine/Kain krep
berat medium, bentuk kainnya seperti kain kusut bekas perasan cucian ðŸ™‚ jadi agak kusut-kusut gitu.Medium weight, with an uneven surface due to the twisted silk yarn used.
3. Duchesse Satin
Kain satin “terberat” dan mahal, biasanya digunakan secara exclusive untuk busana acara tertentu.
4. Dupion, Hand-Woven
Jenis kain sutra yang paling populer. Rajutan kainnya yang khusus memiliki ciri bintil-bintil yang banyak (agak kasar gitu). Handling bahan lebih mudah. Biasanya digunakan untuk dres, jaket dan busana untuk acara tertentu.
5. Dupion
Mirip dengan nomor 4 tetapi rajutan menggunakan material yang lebih lembut untuk bintil-bintil di kain. Biasa digunakan untuk dress, jaket dan busana untuk acara tertentu.
6. Georgette
Sutra yang lembut dan seperti film transparan. Biasa digunakan untuk loose-fitting overshirt dan busana untuk acara tertentu.
7. Habutai
Berasal dari Jepang, sutra yang lembut dan halus, juga biasa digunakan untuk media melukis. Kain ini biasa dibuat shirt dan blouse.
8. Matika
Bahan sutra yang tidak terlihat seperti sutra pada umumnya, karena coraknya seperti kain linen. Biasa digunakan untuk jaket, dress dan celana.
9. Organza
Kain tipis dengan penampilan yang krispy dan mudah kusut. Biasa digunakan untuk blouse tipis dan interlining.
10. Satin
Sutra campuran dengan satin yang beratnya ada yang sangat ringan sampai berat. Digunakan untuk membuat blouse, dress dan busana untuk acara tertentu.
11. Campuran Sutra dan Wool
Kain ini dihasilkan dari campuran serat sutra dengan wool. Biasa digunakan untuk setelan, rok, celana dan coat.
12. Taffeta
Kain yang lembut dengan tampilan yang krispy. Jika dikenakan akan mengeluarkan suara yang “srek”. Handlingnya khusus dan kurang nyaman untuk dipakai. Biasa digunakan untuk busana acara tertentu.
Baca selengkapnya

Jumat, 07 Oktober 2016

Pengertian Sutra




Sutra atau sutera merupakan serat protein alami yang dapat ditenun menjadi tekstil. Jenis sutra yang paling umum adalah sutra darikepompong yang dihasilkan larva ulat sutra murbei (Bombyx mori) yang diternak (peternakan ulat itu disebut serikultur). Sutra memiliki tekstur mulus, lembut, namun tidak licin. Rupa berkilauan yang menjadi daya tarik sutra berasal dari struktur seperti prisma segitiga dalam serat tersebut yang membuat kain sutra dapat membiaskan cahaya dari berbagai sudut.


"Sutra liar" dihasilkan oleh ulat selain ulat sutra murbei dan dapat pula diolah. Berbagai sutra liar dikenali dan digunakan di CinaAsia Selatan, dan Eropa sejak dahulu, namun skala produksinya selalu jauh lebih kecil daripada sutra ternakan. Sutra liar berbeda dari sutra ternakan dari segi warna dan tekstur, serta kepompong liar yang dikumpulkan biasanya sudah dirusak oleh ngengat yang keluar sebelum kepompong tersebut diambil, sehingga benang sutra yang membentuk kepompong itu sudah terputus menjadi pendek. Ulat sutra ternakan dibunuh dengan dicelup ke dalam air mendidih sebelum keluarnya ngengat dewasa, atau ditusuk dengan jarum, sehingga seluruh kepompong dapat diurai menjadi sehelai benang yang tak terputus. Ini membuat sutra bisa ditenun menjadi kain yang lebih kuat. Sutra liar biasanya juga lebih sukar dicelup warna daripada sutra ternakan.


Sutra juga dihasilkan oleh beberapa jenis serangga lain, namun hanya jenis sutra dari ulat sutra yang digunakan untuk pembuatan tekstil. Pernah juga dijalankan kajian terhadap sutra-sutra lain yang menampakkan perbedaan dari aspek molekul. Sutra dihasilkan terutama oleh larva serangga yang bermetamorfosis lengkap, tetapi juga dihasilkan oleh beberapa serangga dewasa seperti Embioptera. Produksi sutra juga kerap dijumpai khususnya pada serangga ordo hymenoptera (lebahtabuhan, dan semut), dan kadang kala digunakan untuk membuat sarang. Jenis-jenis arthropoda yang lain juga menghasilkan sutra, terutama arachnida seperti laba-laba. Untuk kain sutra dari jaring laba-laba atau disebut Qmonos (sarang laba-laba dalam bahasa Jepang) diklaim memiliki kekuatan tiga kali lebih kuat dari Kevlar (bahan yang biasa digunakan untuk rompi anti peluru) serta lima kali lebih kuat dari baja.
Baca selengkapnya